EDUTOURINDONESIA.COM – Proposal Study Tour Sekolah – Berikut adalah artikel yang mendalam, komprehensif, dan original tentang cara menyusun proposal study tour sekolah SD, SMP, SMA maupun SMK yang efektif, menarik, dan berpeluang besar untuk disetujui.

Panduan Lengkap Menyusun Proposal Study Tour Sekolah: Struktur, Contoh, dan Tips Edukatif Pasti Disetujui

Kegiatan study tour atau karya wisata merupakan salah satu agenda yang paling dinantikan oleh siswa di lingkungan sekolah, baik di tingkat SD, SMP, maupun SMA. Bagi para siswa, ini adalah momen untuk belajar di luar ruang kelas, menyegarkan pikiran, dan mempererat kebersamaan dengan teman seangkatan. Namun, di balik keseruan sebuah study tour, ada proses perencanaan yang panjang, rumit, dan membutuhkan ketelitian tingkat tinggi.

Kunci utama dari keberhasilan pelaksanaan agenda ini terletak pada sebuah dokumen krusial: Proposal Study Tour Sekolah.

Tanpa proposal yang disusun secara profesional, transparan, dan memiliki nilai edukasi yang jelas, pihak sekolah (Kepala Sekolah) maupun Komite Sekolah (perwakilan orang tua murid) tidak akan memberikan lampu hijau.

Lantas, bagaimana cara membuat proposal study tour yang berbobot, menarik, dan langsung mendapat persetujuan? Artikel ini akan mengupas tuntas dari A sampai Z mengenai struktur proposal, komponen penting, estimasi anggaran, hingga contoh draf yang bisa Anda jadikan referensi.

Study-tour-sekolah
Study-tour-sekolah

Mengapa Proposal Study Tour Sekolah Sangat Penting?

Sebelum masuk ke teknis penulisan, kita harus memahami mengapa dokumen ini memegang peranan yang sangat vital. Proposal bukan sekadar formalitas kertas untuk meminta tanda tangan. Dokumen ini berfungsi sebagai:

  1. Media Transparansi Anggaran: Orang tua siswa sensitif terhadap isu biaya. Proposal yang merinci pengeluaran secara logis akan membangun kepercayaan (trust).
  2. Legalitas Legitimasi Kegiatan: Menjadi bukti tertulis bahwa kegiatan ini direncanakan secara matang dan bertanggung jawab, bukan agenda dadakan.
  3. Justifikasi Edukatif: Menjelaskan kepada pihak kurikulum sekolah bahwa perjalanan ini bukan sekadar jalan-jalan (refreshing), melainkan bagian dari proses pembelajaran kontekstual.
  4. Panduan Operasional (SOP): Menjadi acuan bagi panitia pelaksana mengenai jadwal, rute, penanggung jawab, dan mitigasi risiko di lapangan.

Prinsip Dasar Menulis Proposal yang Menjual

Agar proposal Anda tidak langsung ditolak saat pertama kali dibaca oleh Kepala Sekolah, pastikan Anda menerapkan prinsip 4C:

  • Clear (Jelas): Bahasa yang digunakan harus lugas, tidak bertele-tele, dan langsung menuju pada inti maksud kegiatan.
  • Concise (Padat): Informasi yang disajikan harus padat informasi. Hindari narasi yang terlalu puitis atau dramatis.
  • Comprehensive (Lengkap): Semua aspek mulai dari latar belakang, tujuan, destinasi, susunan panitia, hingga rincian dana harus tertuang secara utuh.
  • Correct (Akurat): Pastikan data angka pada anggaran biaya sinkron. Kesalahan fatal pada penjumlahan uang sering kali membuat proposal langsung dicoret.

Struktur Anatomi Proposal Study Tour yang Standar & Profesional

Sebuah proposal yang baik memiliki sistematika penulisan yang runtut. Berikut adalah struktur standar yang diakui secara akademis dan kedinasan di Indonesia:

1. Halaman Judul (Cover)

Cover adalah wajah dari kegiatan Anda. Buatlah cover yang bersih, rapi, dan mencerminkan instansi sekolah.

  • Komponen wajib: Judul proposal (contoh: Proposal Kegiatan Study Tour Kelas XI SMA Negeri 1 Jakarta ke Yogyakarta), Logo Sekolah, Nama Organisasi/Panitia Pelaksana, Nama Sekolah, dan Tahun Pelaksanaan.

2. Lembar Pengesahan

Lembar ini berisi kolom tanda tangan dari pihak-pihak yang bertanggung jawab dan mengetahui kegiatan. Biasanya mencakup Ketua Panitia, Sekretaris, Pembina OSIS/Kesiswaan, Ketua Komite Sekolah, hingga Kepala Sekolah selaku penanggung jawab tertinggi.

3. Latar Belakang (Pendahuluan)

Bagian ini menjelaskan mengapa kegiatan ini perlu dilakukan. Kaitkan latar belakang dengan kurikulum pendidikan yang berlaku (misalnya, Kurikulum Merdeka yang menekankan pada pembelajaran berbasis proyek dan penguatan profil pelajar Pancasila).

Tips: Jelaskan bahwa pembelajaran di dalam kelas membutuhkan penyeimbang berupa observasi langsung di lapangan agar siswa mendapatkan pengalaman empiris.

4. Nama dan Tema Kegiatan

Berikan nama yang spesifik dan tema yang menarik.

  • Contoh Nama: Karya Wisata dan Observasi Budaya SMA 10 Semarang.
  • Contoh Tema: “Menumbuhkan Jiwa Nasionalisme Melalui Eksplorasi Sejarah dan Budaya di Bumi Mataram”.

5. Tujuan Kegiatan

Uraikan apa saja capaian yang ingin didapatkan oleh siswa setelah mengikuti kegiatan ini. Jangan hanya menulis “untuk bersenang-senang”. Gunakan kata kerja operasional seperti meningkatkan, memahami, mengobservasi, dan menganalisis.

6. Manfaat Kegiatan

Bagi bagian ini menjadi beberapa perspektif: manfaat bagi siswa, manfaat bagi guru/sekolah, dan manfaat bagi perkembangan akademis secara umum.

7. Waktu dan Tempat Pelaksanaan

Sebutkan hari, tanggal, bulan, tahun, serta jam keberangkatan hingga kepulangan. Rinci pula lokasi atau objek wisata/edukasi yang akan dikunjungi secara berurutan.

8. Peserta Kegiatan

Sebutkan secara spesifik siapa saja yang menjadi target peserta. Misalnya: Seluruh siswa kelas XI yang berjumlah 240 siswa, didampingi oleh 15 guru pembimbing.

9. Susunan Kepanitiaan

Struktur organisasi kepanitiaan harus jelas agar pembagian tugas (job description) berjalan optimal. Struktur minimal terdiri dari Penanggung Jawab, Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris, Bendahara, Seksi Acara, Seksi Konsumsi, Seksi Transportasi, Seksi Akomodasi, Seksi Humas/Dokumentasi, dan Seksi Kesehatan.

10. Estimasi Anggaran Biaya (Rencana Anggaran Belanja – RAB)

Ini adalah jantung dari proposal. Bagian ini dibagi menjadi dua: Sumber Pemasukan (iuran siswa, subsidi sekolah, sponsor jika ada) dan Rencana Pengeluaran (sewa bus, tiket masuk, hotel, konsumsi, banner, obat-obatan, dan dana darurat).

11. Jadwal Kegiatan (Rundown/Itinerary)

Tabel matriks waktu yang berisi urutan aktivitas dari menit ke menit selama perjalanan berlangsung.

12. Penutup

Kalimat penutup yang berisi harapan agar proposal ini dapat disetujui, serta ucapan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung.

Contoh Draf Proposal Study Tour Lengkap

Berikut adalah visualisasi draf proposal study tour teks lengkap yang dapat Anda adaptasi, modifikasi, dan sesuaikan dengan kebutuhan sekolah Anda.

                  PROPOSAL KEGIATAN STUDY TOUR
             "EKSPLORASI SEJARAH DAN KEARIFAN LOKAL"
                    SMA TARUNA BAKTI BANDUNG
                TUJUAN: YOGYAKARTA DAN SEKITARNYA
                            TAHUN 2026

I. LATAR BELAKANG

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya. Dalam praktiknya, proses penyerapan ilmu pengetahuan tidak hanya terbatas pada interaksi tekstual di dalam ruangan kelas antara guru dan siswa. Model pembelajaran yang monoton cenderung menimbulkan kejenuhan, yang pada akhirnya menurunkan daya serap siswa terhadap materi pelajaran.

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional mengamanatkan pengembangan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman, berilmu, dan cakap. Sejalan dengan hal tersebut, Kurikulum Merdeka saat ini sangat menekankan pentingnya pembelajaran kontekstual (contextual learning) dan implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).

Yogyakarta, sebagai kota budaya dan sejarah, menawarkan laboratorium alam dan sosial yang sangat kaya. Mulai dari peninggalan candi-candi megah (Candi Prambanan), pusat pemerintahan kesultanan (Keraton Yogyakarta), hingga pusat peradaban sains dan teknologi (Taman Pintar).

Melalui kegiatan Study Tour ini, diharapkan siswa SMA Taruna Bakti Bandung dapat mengobservasi secara langsung teori-teori sejarah, sosiologi, geografi, dan seni budaya yang selama ini hanya mereka lihat di buku teks. Pengalaman empiris ini diyakini akan melekat lebih lama dalam ingatan siswa dan mampu memantik daya kritis mereka.

II. TEMA DAN NAMA KEGIATAN

  • Nama Kegiatan: Study Tour dan Observasi Budaya SMA Taruna Bakti Bandung Tahun Pelajaran 2025/2026.
  • Tema Kegiatan: “Merajut Kebinekaan, Membaca Sejarah: Menumbuhkan Generasi Berkarakter Melalui Pembelajaran Kontekstual di Kota Gudeg”.

III. TUJUAN KEGIATAN

Adapun tujuan dilaksanakannya kegiatan study tour ini adalah sebagai berikut:

  1. Memperluas wawasan dan pengetahuan siswa mengenai sejarah perjuangan bangsa dan perkembangan kebudayaan di Indonesia, khususnya di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.
  2. Mengimplementasikan metode outing class guna menyegarkan psikologis siswa setelah menempuh Ujian Tengah Semester (UTS).
  3. Melatih kemampuan siswa dalam membuat laporan karya tulis ilmiah berbasis observasi lapangan secara berkelompok.
  4. Mempererat tali silaturahmi, rasa kebersamaan, dan kekompakan antar-siswa serta antara siswa dengan guru pendamping.

IV. MANFAAT KEGIATAN

A. Bagi Siswa

  • Dapat melihat dan mengalami langsung objek pembelajaran (tidak sekadar imajinasi).
  • Melatih kemandirian dan rasa tanggung jawab selama berada di luar lingkungan rumah.
  • Mengembangkan keterampilan sosial melalui interaksi dengan masyarakat lokal di daerah destinasi.

B. Bagi Guru dan Sekolah

  • Terwujudnya inovasi pembelajaran yang kreatif dan tidak monoton.
  • Meningkatkan mutu pelayanan pendidikan sekolah di mata masyarakat dan orang tua murid.
  • Menghasilkan output dokumentasi berupa kumpulan laporan ilmiah karya siswa yang bernilai akademis.

V. WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN

Kegiatan study tour ini direncanakan akan diselenggarakan pada:

  • Hari / Tanggal: Kamis s.d. Minggu, 15 – 18 Oktober 2026
  • Waktu Keberangkatan: Kamis, 15 Oktober 2026 pukul 19.00 WIB (Kumpul di Lapangan Sekolah)
  • Destinasi Utama:
    1. Candi Prambanan (Aspek Sejarah & Arkeologi)
    2. Keraton Kesultanan Yogyakarta (Aspek Sosiologi & Budaya)
    3. Museum Benteng Vredeburg (Aspek Sejarah Perjuangan)
    4. Universitas Gadjah Mada (Aspek Edukasi/Orientasi Kampus)
    5. Kawasan Malioboro (Aspek Ekonomi Kreatif)

VI. PESERTA KEGIATAN

Peserta dalam kegiatan ini adalah seluruh siswa kelas XI SMA Taruna Bakti Bandung dengan rincian sebagai berikut:

  • Siswa Kelas XI-IPA (3 Kelas) : 105 Siswa
  • Siswa Kelas XI-IPS (2 Kelas) : 75 Siswa
  • Guru Pendamping : 15 Orang
  • Total Peserta : 195 Orang

VII. SUSUNAN PANITIA

  • Penanggung Jawab: Dr. H. Ahmad Sudrajat, M.Pd. (Kepala Sekolah)
  • Penasihat: Dra. Endang Susilowati (Wakasek Kesiswaan)
  • Ketua Pelaksana: Budi Setiawan, S.Pd.
  • Wakil Ketua: Muhammad Reyhan (Ketua OSIS)
  • Sekretaris: Siti Aminah, S.S.
  • Bendahara: Rina Permatasari, S.E.
  • Seksi-Seksi:
    • Seksi Acara & Edukasi: Drs. Bambang Utomo & Team OSIS
    • Seksi Transportasi & Akomodasi: Hendra Wijaya, S.Pd.
    • Seksi Konsumsi: Ibu Hj. Fatimah, S.Pd.
    • Seksi Keamanan & Kesehatan: Serma (Purn) Sukijo & Tim PMR
    • Seksi Dokumentasi & Humas: Andi Pratama, S.Kom.

VIII. ESTIMASI ANGGARAN BIAYA (RAB)

Rencana Anggaran Belanja disusun secara transparan dengan prinsip efisiensi tanpa mengurangi aspek keselamatan dan kenyamanan peserta.

A. Rencana Pemasukan

  1. Iuran Siswa: 180 Siswa x Rp 1.500.000,- = Rp 270.000.000,-
  2. Subsidi Kas Komite Sekolah = Rp 15.000.000,-
  3. Sponsor Penerbit Buku = Rp 5.000.000,-
  • Total Pemasukan: Rp 290.000.000,-

B. Rencana Pengeluaran

NoKomponen PengeluaranVolume / SatuanHarga Satuan (Rp)Jumlah Total (Rp)
1Sewa Bus Pariwisata (SHD)4 Unit x 4 Hari3.500.00056.000.000
2Hotel/Akomodasi (1 Kamar isi 4)45 Kamar x 2 Malam400.00036.000.000
3Tiket Masuk Objek Wisata All-in195 Orang120.00023.400.000
4Konsumsi (Makan Utama 9x)195 Orang x 935.00061.425.000
5Snack & Air Mineral Premium195 Orang x 4 Hari15.00011.700.000
6Fee Driver, Kenek, & Tips Tol4 Bus2.500.00010.000.000
7Lokal Guide (Tour Guide Resmi)4 Orang x 2 Hari500.0004.000.000
8Spanduk, Banner, & Id Card1 Paket2.500.0002.500.000
9Obat-obatan & P3K Medis1 Paket1.500.0001.500.000
10Cetak Buku Panduan & Modul Laporan180 Eksplar25.0004.500.000
11Biaya Parkir, Retribusi, & Tip3.000.0003.000.000
12Kamar & Konsumsi Guru Pendamping15 Orang1.000.00015.000.000
13Dana Darurat / Cadangan (Kontingensi)10.000.00010.000.000
TotalPENGELUARANRp 239.025.000,-
  • Catatan: Sisa dana antara Pemasukan dan Pengeluaran sebesar Rp 50.975.000,- akan dialokasikan untuk subsidi silang bagi siswa yang kurang mampu (beasiswa study tour untuk 30 siswa yatim/kurang mampu), sehingga seluruh siswa kelas XI dapat berangkat tanpa terkecuali.

IX. JADWAL KEGIATAN (ITINERARY)

Hari Ke-1: Kamis, 15 Oktober 2026 (Perjalanan Berangkat)

  • 18.30 – 19.30 : Regristrasi peserta, pengecekan barang bawaan di lapangan sekolah.
  • 19.30 – 20.00 : Pengarahan oleh Kepala Sekolah dan doa bersama.
  • 20.00 – 05.00 : Perjalanan menuju Yogyakarta via Tol Trans Jawa (Snack dibagikan di bus, istirahat di Rest Area).

Hari Ke-2: Jumat, 16 Oktober 2026 (Eksplorasi Sejarah & Budaya)

  • 05.00 – 07.00 : Tiba di Masjid Gedhe Kauman / Restoran Lokal (Sholat Subuh, Mandi, Sarapan Pagi).
  • 08.00 – 11.00 : Kunjungan ke Keraton Kesultanan Yogyakarta (Observasi sosiologi dan adat istiadat).
  • 11.00 – 13.00 : Ishoma (Istirahat, Sholat Jumat berjamaah, Makan Siang).
  • 13.30 – 15.30 : Edukasi Sejarah di Museum Benteng Vredeburg.
  • 16.00 – 18.00 : Perjalanan menuju Hotel, Check-in, dan istirahat.
  • 19.00 – 21.00 : Makan malam di hotel dan briefing kelompok untuk tugas laporan.
  • 21.00 – selesai : Istirahat malam (Jam malam ketat).

Hari Ke-3: Sabtu, 17 Oktober 2026 (Sains, Arkeologi & Ekonomi Kreatif)

  • 06.00 – 07.30 : Sarapan pagi di hotel dan persiapan.
  • 08.00 – 11.30 : Kunjungan Akademis ke Kompleks Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk motivasi pendidikan tinggi.
  • 12.00 – 13.30 : Makan siang di restoran lokal.
  • 14.00 – 17.00 : Wisata Edukasi Arkeologi ke Candi Prambanan.
  • 17.30 – 21.00 : Makan malam dan wisata belanja mandiri di Malioboro (Eksplorasi UMKM).
  • 21.30 : Kembali ke hotel dan istirahat.

Hari Ke-4: Minggu, 18 Oktober 2026 (Perjalanan Pulang)

  • 07.00 – 08.30 : Sarapan pagi dan proses Check-out hotel.
  • 09.00 – 11.00 : Berburu oleh-oleh khas Yogyakarta (Bakpia, Batik).
  • 11.30 : Perjalanan pulang menuju Bandung.
  • 13.00 – 14.00 : Makan siang di jalur kepulangan.
  • 22.00 : Perkiraan tiba kembali di SMA Taruna Bakti Bandung. Kegiatan selesai.

X. PENUTUP

Demikian proposal kegiatan Study Tour SMA Taruna Bakti Bandung ini kami susun dengan harapan dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai rencana pelaksanaan kegiatan. Kami sangat mengharapkan dukungan materiil, moril, serta partisipasi aktif dari semua pihak demi suksesnya agenda edukasi ini.

Semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi peningkatan mutu intelektual, emosional, dan spiritual para siswa, serta mampu membawa dampak positif bagi kemajuan nama baik sekolah. Atas perhatian, kerja sama, dan persetujuan Bapak Kepala Sekolah beserta jajaran Komite, kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya.

                                            Bandung, 10 Juni 2026
            Ketua Panitia,                  Sekretaris,



            Budi Setiawan, S.Pd.             Siti Aminah, S.S.
            NIP. 19850312XXXX                NIP. 19910719XXXX

                                Mengetahui,
            Kepala SMA Taruna Bakti,          Ketua Komite Sekolah,



            Dr. H. Ahmad Sudrajat, M.Pd.      Ir. H. Gunawan Wibisono
            NIP. 19721105XXXX

Strategi Memilih Destinasi Study Tour Terbaik Berbasis Nilai Edukasi

Sebuah kesalahan umum dalam pembuatan proposal adalah memilih destinasi hanya berdasarkan tingkat kefasihan tempat tersebut di media sosial (viralitas), tanpa memikirkan relevansi akademiknya. Agar proposal Anda dinilai berbobot oleh tim kurikulum sekolah, berikut trik mencocokkan destinasi dengan mata pelajaran:

1. Sejarah dan Antropologi

  • Destinasi: Candi Borobudur, Sangiran (Situs Manusia Purba), Museum Nasional, Kota Tua Jakarta, Istana Maimun Medan.
  • Target Output: Siswa mampu menyusun garis waktu kronologis perkembangan peradaban nusantara dan menghargai pluralisme budaya leluhur.

2. Sains, Teknologi, dan Ekologi

  • Destinasi: Taman Pintar Yogyakarta, Jatim Park 2 (Batu Secret Zoo), Observatorium Bosscha Lembang, Kebun Raya Bogor, Pusat Peragaan IPTEK (TMII).
  • Target Output: Siswa memahami hukum-hukum fisika terapan, keanekaragaman hayati (biodiversitas), serta astronomi dasar melalui eksperimen langsung.

3. Sosiologi dan Ekonomi Kreatif

  • Destinasi: Desa Wisata Penglipuran Bali, Sentra Kerajinan Kulit Tanggulangin, Kampung Batik Laweyan Solo.
  • Target Output: Siswa dapat menganalisis interaksi sosial masyarakat adat dan mempelajari bagaimana rantai pasok ekonomi mikro menopang ketahanan ekonomi daerah.
edutour indonesia banner
Edutour Indonesia

Tips Ampuh Agar Proposal Anggaran Disetujui Orang Tua (Komite)

Masalah keuangan selalu menjadi batu sandungan terbesar dalam study tour. Tidak sedikit sekolah yang diprotes orang tua karena biaya yang dianggap terlalu mahal. Untuk meredam konflik tersebut, terapkan trik di bawah ini dalam proposal Anda:

  • Sistem Subsidi Silang: Seperti yang dicontohkan pada draf di atas, naikkan sedikit iuran bagi siswa mampu untuk menutupi biaya siswa yang secara finansial kurang beruntung. Cantumkan skema ini secara transparan. Kepala Sekolah dan Komite akan sangat mengapresiasi kebijakan humanis ini.
  • Opsi Cicilan: Berikan tenggat waktu pengumpulan biaya yang panjang. Jika kegiatan diadakan bulan Oktober, rilis proposal sejak bulan Januari agar orang tua bisa mencicil biaya tersebut sebanyak 5 hingga 6 kali.
  • Gunakan Vendor Bergaransi (Asuransi): Selalu masukkan biaya asuransi jiwa perjalanan (misalnya Jasa Raharja atau asuransi swasta) ke dalam komponen anggaran biaya. Hal ini memberikan rasa aman yang luar biasa bagi orang tua.
  • Rasionalisasi Harga: Jangan pernah me-markup harga secara tidak wajar. Komite sekolah saat ini sangat cerdas, mereka dapat dengan mudah mengecek harga sewa bus atau tarif hotel di internet. Tulislah harga riil pasar setelah bernegosiasi dengan pihak agen travel.

Mitigasi Risiko dan Manajemen Krisis dalam Perjalanan

Proposal yang matang tidak hanya menulis hal-hal indah saja, melainkan juga mengantisipasi skenario terburuk (worst-case scenario). Pihak sekolah akan sangat terkesan jika Anda menambahkan bab atau poin khusus mengenai mitigasi risiko:

  1. Risiko Kesehatan: Menyediakan satu bus khusus untuk tim medis atau memastikan setiap bus memiliki kotak P3K lengkap. Panitia wajib mendata siswa yang memiliki riwayat penyakit kronis (seperti asma, jantung, atau alergi akut) sebelum berangkat.
  2. Risiko Transportasi: Memastikan armada bus yang disewa memiliki surat izin jalan yang sah, lolos uji emisi/kir, serta memiliki sopir cadangan untuk perjalanan jarak jauh di atas 6 jam.
  3. Risiko Kehilangan Peserta: Menggunakan sistem buddy system (setiap siswa bertanggung jawab atas satu teman rekannya) dan membagikan id card yang berisi nomor telepon panitia serta alamat hotel tempat menginap kepada seluruh peserta.

Kesimpulan

Membuat proposal study tour memang membutuhkan curahan energi, waktu, dan ketelitian yang tidak sedikit. Namun, dengan mengikuti struktur formal yang baku, merinci anggaran secara jujur dan transparan, serta mengedepankan nilai edukasi dibandingkan sekadar rekreasi, proposal Anda dipastikan memiliki daya tawar yang kuat.

Ingatlah bahwa esensi dari study tour adalah membawa dunia nyata ke dalam pemahaman akademis siswa. Melalui proposal yang terencana dengan baik, Anda sedang selangkah lebih dekat dalam membentuk memori masa sekolah yang tak terlupakan sekaligus menginspirasi masa depan generasi muda. Selamat menyusun proposal dan semoga sukses!